Rumah Tua Warren Buffett, Crazy Rich Beneran yang Antiflexing

Kediaman Buffett di Nebraska (Chris Machian/Omaha World-Herald via AP)

Belakangan ini sedang heboh fenomena pamer harta atau flexing yang ramai di sosial media. Ini merupakan fenomena yang biasa terjadi di kehidupan bermasyarakat.

Menurut penelitian, mereka yang doyan pamer sebenarnya bukanlah orang yang kaya sesungguhnya. Sebab orang yang beneran kaya tidak perlu menunjukkan seberapa kaya dirinya (flexing), biar orang lain saja yang menilai.

Orang kaya asli justru berhati-hati banget dalam membelanjakan uang mereka. Ini pula yang dilakukan investor legendaris Amerika Serikat (AS) Warren Buffett dikenal dengan sikap hemat dan sederhananya (frugal living).

Memiliki kekayaan US$108,6 miliar (Rp1.661,58 triliun), pria berusia 92 tahun tersebut tetap tinggal di rumah yang telah dia diami selama 65 tahun.

Pria paling tajir urutan kelima dunia versi Forbes tersebut masih menghuni rumah lima kamar yang berada di Omaha pusat, Nebraska, yang ia beli seharga US$31.500 pada 1958, yang setara US$329.505 (Rp5,04 miliar) dalam nilai saat ini.

Rumah seluas 6.570 kaki persegi (610,37 meter persegi) itu terletak di sudut Omaha, hanya 5 menit berkendara dari kantor perusahaan investasi Buffett, Berkshire Hathaway. Saat ini, menurut perkiraan perusahaan marketplace real estate Zillow, rumah tersebut bernilai US$1,2 juta (Rp18,36 miliar).

“Buffett seorang yang otentik,” kata newscaster CNBC International Becky Quick, dikutip dari CNBC International, Minggu (5/3).

“Keotentikan Buffett benar-benar terlihat karena dia benar-benar menjalani apa yang dia katakan,” jelas Becky yang sudah kenal lama dengan Buffett dan sering mewawancarai investor yang disebut Oracle of Omaha tersebut.

Saking sayangnya dengan rumah tuanya tersebut, Buffett berkata dalam surat kepada pemegang saham 2010 silam, rumah yang ia beli itu merupakan investasi terbaik ketiga yang pernah ia lakukan, selain cincin kawin.

Bahkan, Buffett tidak akan berencana menjual rumahnya yang di Omaha tersebut dengan yang lebih mewah dalam waktu dekat.

“Saya senang tinggal di sana. Saya akan pindah jika saya bisa lebih bahagia di tempat lain,” katanya kepada Evan Davis dari BBC pada 2009. “Rumah ini baik-baik saja, kok,” kata bos besar Berkshire Hathaway tersebut.

“Saya merasa hangat di musim dingin, saya merasa sejuk di musim panas, tempat yang nyaman bagi saya,” katanya dalam wawancara dengan Evan kala itu.

“Saya tidak bisa membayangkan memiliki rumah yang lebih baik dari ini,” aku sang investor pecinta minuman dan sekaligus saham Coca-Cola tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*