Lajur Tol Japek Ditambah, Bebas ‘Neraka’ Macet saat Mudik?

Mobil mentasi di lalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Segmen Sadang-Kutanegara, Jawa Barata, Senin (26/12/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek), tepatnya di Km 50 sampai dengan Km 66 arah Cikampek dan di Km 61 sampai dengan Km 50 arah Jakarta bakal bertambah dari tiga menjadi empat lajur di kedua arahnya. Pelebaran satu lajur Jalan Tol Jakarta-Cikampek ini merupakan salah satu persiapan untuk mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas.

“Pengerjaan pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta telah kita kerjakan dan sukses mendukung arus balik Lebaran tahun lalu. Di tahun ini, kita lanjutkan pekerjaan pelebaran ini untuk yang ke arah Cikampek, sehingga saat ini di kedua arahnya telah memiliki total empat lajur. Hal ini tentu saja akan membantu mengurai kepadatan dan mempermudah manajemen arus lalu lintas saat mudik dan balik tahun ini,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan, Senin (10/4/2023).

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa pelebaran Jalan Tol Japek ini diharapkan bisa memecah kepadatan yang sering terjadi di Km 66 Jalan Tol Japek.

“Pelebaran Jalan Tol Jakarta-Cikampek tepatnya di Km 61 sampai dengan Km 50 arah Jakarta yang diharapkan bisa mengurai penumpukan kendaraan yang kembali dari Jawa Tengah dan Jawa Timur maupun yang dari arah Bandung dan sekitarnya. Tidak hanya di arah Jakarta, pelebaran jalan tol ini juga dilakukan di arah sebaliknya sehingga dapat mendukung arus mudik dan balik dengan lebih optimal,” timpal BKS.

Operator tol Jasa Marga telah menggelar open traffic di lokasi tersebut. Saat ini pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek dapat merasakan manfaat penambahan kapasitas satu lajur di kedua arah dengan maksimal karena lokasi-lokasi proyek yang sebelumnya dibatasi oleh concrete barrier saat ini telah diangkat, sehingga lajur 1 dan bahu jalan dapat beroperasi penuh.

Dengan penambahan satu lajur tersebut, serta berdasarkan perhitungan indikator lalu lintas melalui Traffic Counting, Jasa Marga telah mengusulkan salah satu rekayasa lalu lintas yang diberlakukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah contraflow. Hal ini juga untuk memberikan akses bagi pengguna jalan Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju Jalan tol Cipularang maupun sebaliknya.

“Tidak hanya di bagian jalan saja, pelebaran empat jembatan di Km 50, Km 53, Km 57 dan Km 62 juga telah rampung. Kami berharap open traffic ini sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pelebaran satu lajur di Jalan Tol Jakarta-Cikampek ini adalah salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan yang berpotensi terjadi di Km 48 arah Cikampek yang merupakan pertemuan lalu lintas dari Jalan Layang MBZ dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta Dawuan Km 66 arah Jakarta yang merupakan pertemuan lalu lintas dari Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Cipularang,” sebut Dirut Jasa Marga Subakti Syukur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*