Ini Deretan Crazy Rich RI yang Punya Properti di Singapura

Patung Merlion, objek wisata populer di Singapura. (AP/Annabelle Liang)

Pemberitaan soal crazy rich asal Indonesia yang membeli rumah mewah bungalo kelas atas di kawasan Nassim Road di Singapura ramai menjadi perbincangan media. Singapura memang menjadi lokasi favorit orang terkaya RI untuk membeli properti.

Selain crazy rich misterius yang membeli properti dengan transaksi jumbo yakni mencapai US$ 155 juta atau setara dengan Rp 2,33 triliun (asumsi kurs Rp 15.000) tersebut, sejumlah nama besar tercatat memiliki properti, baik itu sebagai tempat tinggal maupun bisnis, di Negeri Singa.

Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto tersebut dikabarkan membeli pusat perbelanjaan Tanglin yang berada di kawasan perbelanjaan Orchard Road Singapura via perusahaan propertinya, Pacific Eagle Real Estate, seharga 868 juta dolar Singapura atau US$ 645 Juta.

Pembelian mall tersebut karena Pacific Eagle Real Estate ingin meningkatkan investasinya pada sektor properti di pusat keuangan Asia tersebut.

Asal tahu saja, Sukantoberada di peringkat ke-10 orang terkaya di Indonesia tahun 2022. Hartanya berjumlah US$ 2,8 miliar atau Rp 43,6 triliun.

Bisnis terbesar Sukanto Tanoto berada dalam industri kertas dan pulp oleh (Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL) dan industri perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical). Sukanto Tanoto alias Tan Kang Ho adalah pemain lama dalam bisnis kelapa sawit.

Tahir dan Keluarga

Tahir dan keluarganya memiliki properti di Singapura, termasuk melalui perusahaan miliknya yang melantai di bursa saham Singapura MYP.

MYP memiliki portofolio properti berupa gedung MYP Center.

MYP Center (sebelumnya dikenal sebagai Straits Trading Building) adalah bangunan komersial utama yang terletak di 9 Battery Road, di jantung Central Business District 01 Singapura.

Gedung pencakar langit 28 lantai yang disewa selama 999 tahun ini terdiri dari 19 tingkat kantor dengan total area bersih sekitar 154.718 kaki persegi, 4 tingkat parkir mobil, 2 taman langit (sky garden) dan lantai pertama dengan toko ritel.

Tahir menduduki peringkat 9 orang terkaya RI 2022 versi Forbes dengan total kekayaan US$4,2 miliar.

Keluarga Riady

Keluarga pemilik Grup Lippo, yang memiliki aset properti dan mal di Indonesia, juga memiliki bisnis properti di Singapura, lewat perusahannya OUE. OUE dinakhodai oleh anak pendiri Lippo Mochtar Riady, Stephen Riady.

Kegiatan bisnis OUE Group mencakup segmen real estat, sektor kesehatan, dan konsumen.

OUE adalah sponsor dari OUE Commercial Real Estate Investment Trust (OUE C-REIT), salah satu REIT terdiversifikasi terbesar Singapura.

Asetnya adalah salah satu bangunan paling terkemuka dan bergengsi di Central Business District Singapura, Orchard Road, dan kawasan komersial inti Shanghai.

Portofolio properti OUE C-REIT terdiri dari tujuh properti di seluruh segmen komersial dan perhotelan di Singapura dan Shanghai. Dengan total area bersih yang dapat disewakan lebih dari 2,0 juta kaki persegi ruang komersial1, dan 1.640 kamar hotel kelas atas, total asetnya kira-kira S$6,9 miliar.

Mochtar Riady dan keluarga menduduki peringkat ke-29 orang terkaya di RI pada 2022 dengan kekayaan US$1,45 miliar.

Martua Sitorus

Martua Sitorus adalah seorang pengusaha Indonesia yang telah lama menetap di Singapura. Dia dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan kelapa sawit terbesar, Wilmar International, yang berkantor pusat di Singapura.

Hanya saja minim pemberitaan mengenai aset properti miliknya di Singapura.

Martua Sitorus termasuk dalam daftar orang terkaya ke-17 di Indonesia dengan kekayaan US$3,1 miliar pada 2022.

Keluarga Bachtiar Karim

Bos sawit Musim Mas Bachtiar Karim juga diketahui memiliki properti di Singapura.

Mengutip pemberitaan Channel News Asia, 3 Maret 2022, diberitakan Rumah Tan Yeok Nee (House of Tan Yeok Nee), sebuah monumen nasional di dekat Istana, Singapura, telah dijual kepada entitas yang terkait dengan keluarga pengusaha Bachtiar Karim.

Terletak di persimpangan Clemenceau Avenue dan Penang Road, House of Tan Yeok Nee adalah satu-satunya properti yang tersisa dari “Four Mansions” yang dibangun oleh taipan Teochew pada akhir abad ke-19.

House of Tan Yeok Nee termasuk di antara 74 bangunan di Singapura yang ditetapkan sebagai monumen nasional, “dan di antara hanya sembilan yang dikategorikan komersial dan lima yang dimiliki pribadi,” kata agen pemasaran Savills Singapore (3 Maret 2022).

“House of Tan Yeok Nee adalah aset penting dengan daya tarik abadi dan nilai abadi. Keluarga kami berharap dapat menghormati sejarahnya yang panjang dan berharga, dan saat ini sedang menjajaki berbagai strategi investasi bagi generasi modern untuk menikmati keajaiban konservasi ini,” kata juru bicara keluarga Karim, Chayadi Karim.

Bachtiar Karim dan keluarga menduduki peringkat ke-11 orang terkaya di RI dengan pundi kekayaan US$4 miliar. Bachtiar Karim sendiri hidup di Singapura.
Sedangkan, perusahannya, Musim Mas, juga memiliki kantor pusat di Singapura.

Seperti diketahui, pembelian rumah mewah oleh Crazy Rich asal Indonesia pertama kali diungkapkan oleh Mingtiandi, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang real estate. Perusahaan sendiri tidak menyebutkan identitas pembeli secara detail.

Mingtiandi menyebutkan hunian tersebut dibeli dari Cuscaden Peak Investments, perusahaan yang berafiliasi dengan BUMN Singapura, Temasek Holding. Tiga hunian mewah tersebut berada di kawasan Nassim Road. Kawasan ini merupakan lingkungan mewah yang menjadi tempat tinggal petinggi perusahaan hingga duta besar.
Secara rinci, hunian mewah ini masing-masing berlantai dua dan memiliki nomor 42, 42A dan 42B di Distrik 10 dengan harga rumah itu diketahui 4.500 dolar Singapura per kaki persegi.

Menurut informasi yang diperoleh Mingtiandi, keluarga Indonesia yang menjadi pemilik baru ingin membangun kembali bungalow untuk digunakan sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*