Emiten Milik TP Rachmat Bagi Dividen 25% Laba Bersih 2022

Peter F Gontha memberi piagam kepada Theodore Permadi Rachmat atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat saat meraih pemenang CNBC Indonesia Awards Lifetime Achievement. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Emiten manufaktur komponen otomotif Triputra Group milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) akan membagikan dividen sebesar Rp 98,54 miliar, atau 25% dari laba bersih 2022. Hal tersebut telah disepakati oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Pemegang saham juga menyetujui rencana penggunaan laba ditahan, sebesar Rp 294,63 miliar untuk membiayai kegiatan ekspansi perusahaan dan Rp 1 miliar sebagai cadangan umum.

“Untuk tahun ini, kami bersiap untuk lari lebih kencang lagi untuk meraih berbagai peluang yang tersedia di depan mata, terutama terkait tren perkembangan industri kendaraan listrik yang semakin cerah,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso, dikutip Senin (10/4).

Perseroan memandang, bisnis otomotif 2023 akan tetap prospektif, meskipun tantangan resesi global masih tetap ada. Prospek yang menjanjikan dari industri otomotif tahun 2023 ini sejalan dengan meningkatnya permintaan otomotif otomotif mulai dari kuartal ke 4 tahun 2022 dan berlanjut di tahun 2023.

Harapannya, prospek penjualan kendaraan listrik juga akan meningkat, sejalan dengan pemberian insentif baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat oleh pemerintah. Insentif tersebut mensyaratkan adanya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu, sehingga tentu saja akan mendorong lokalisasi pembelian komponen kendaraan listrik tersebut.

Pada tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 396,87 miliar, atau melonjak 87% dibandingkan laba neto tahun 2021 yang sebesar Rp 212,69 miliar, setelah dikurangi keuntungan penjualan tanah Balaraja, sebesar Rp 92,69 miliar.

Peningkatan laba neto ini mengulangi prestasi di 2021 lalu dimana Laba Bersih DRMA turut melonjak lebih dari 37 kali menjadi Rp 305 miliar (termasuk keuntungan penjualan tanah di Balaraja) di banding laba bersih 2020 karena dampak pandemi yang hanya sebesar Rp 8 miliar.

Selain itu, peningkatan di 2022 juga didukung oleh penjualan Perseroan yang meningkat 34% YoY menjadi Rp 3,91 triliun dari Rp 2,91 triliun di tahun 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*